Kamis, 01 Mei 2014

korek api
Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api. .
Tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon.. .
Jadi… Satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif.
Korek api mempunyai kepala, tetapi tidak mempunyai otak. .
oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar.

Kita mempunyai kepala, dan juga otak, jadi kita tidak perlu terbakar amarah hanya karena gesekan kecil.
Ketika burung hidup, ia makan semut.
Ketika burung mati, semut makan burung.

*Waktu terus berputar sepanjang zaman. Siklus kehidupan terus berlanjut.
Jangan merendahkan siapapun dalam hidup, bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita.
Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita.
Waktu kita sedang jaya, kita merasa banyak teman di sekeliling kita.
Waktu kita sakit, kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi HARTA. .
Ketika kita tua, kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan.
Dan, setelah di ambang ajal, kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia.
*Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA.
*Saling menghargai, Saling membantu dan memberi, juga saling mendukung. .
Jadilah teman perjalanan hidup yg tanpa pamrih dan syarat.
Believe in “Cause and Effect”
Apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai.

by : inspirasidaily.com

Rabu, 14 Agustus 2013

Hasil COPAS kiriman FB seorang temen "Moh. Fitrah"


Seorang guru di Australia pernah berkata kepada saya

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Saya mengekspresikan keheranan saya, karena yang terjadi di negara kita kan justru sebaliknya.

Inilah jawabanya;

1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;” jawab guru kebangsaan Australia itu.

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..

4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”

2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.

4. Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.

5. dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.?

Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementerian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral. ?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini ?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia.

Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik,

Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu, ... mau ?
(Frans Pekasa, TN1)

Sabtu, 27 Juli 2013

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Semangat pagi!!!!

Masih melanjutkan cerita motivasi, kali ini saya akan bercerita tentang mimpi seorang raja :

Alkisah disuatu hari Sang Raja bermimpi seluruh giginya tanggal dan hanya tersisa satu buah gigi. Rajapun gelisah ada apa gerangan? Apa arti mimpi ini? Paginya dipanggilnya penasehat raja dan diutuslah dia untuk memanggil ahli tafsir mimpi.

Tidak berapa lama datanglah seorang penafsir mimpi, maka diceritakanlah mimpi sang Baginda kepada penafsir tersebut. Maka setelah mendengar mimpi Sang Raja penafsir pun berkata "Baginda, arti mimpi Baginda adalah bahwa seluruh kerabat dan keluarga Baginda akan meninggal dunia kecuali Baginda". Mendengar perkataan penafsir mimpi tersebut sepontan Sang Raja marah dan berang "Wahai ahli tafsir, kamu kurang ajar ya! Seenaknya kamu mengartikan mimpiku, kamu berharap seluruh kerabat dan keluargaku meninggal!" hardik Sang Raja. "Penasehat cambuk ahli tafsir ini dan penjarakan dia!" perintah Sang Raja

Sahabat, keesokan harinya Sang Raja merasa belum puas dengan jawaban ahli tafsir tersebut, maka diperintahkanlah penasehat kerajaan untuk mencari ahli tafsir mimpi yang lain. Datanglah seorang ahli tafsir mimpi hari itu juga dan setelah mendengar mimpi Baginda maka ahli tafsir pun berkata "Baginda, Anda adalah orang yang paling beruntung didunia, mimpi Baginda mengisyaratkan bahwa Baginda akan berumur panjang, hidup lebih lama dari seluruh kerabat dan keluarga kerajaan, maka berbahagialah Baginda".

Mendengar perkataan itu Sang Raja pun begitu gembira, maka diperintahkanlah penasehat untuk menghadiahi ahli tafsir mimpi itu dengan 5 keping emas dan hadiah lainnya. Maka pulanglah ahli tafsir tersebut dengan gembira dan suka cita.

Sepeninggal ahli tafsir sang raja berkata kepada penasehat "Penasehat, menurut kamu bagaimana kualitas 2 ahli tafsir tadi?" Dengan memberanikan diri penasehat pun berkata "Baginda, menurut hamba kedua ahli tafsir itu kualitas nya sama, mereka sama-sama mengartikan mimpi Baginda dengan meninggalnya kerabat dan saudara Baginda, dan Baginda akan hidup lebih lama. Yang membedakan keduanya adalah cara mereka menyampaikan kepada Baginda. Yang satu menyampaikan apa adanya sehingga membuat Baginda marah, dan yang satu menyampaikan dengan bijak sehingga Baginda senang mendengarnya".

Sahabat sekalian, demikian berbedanya hasil yang didapat hanya karena cara berkomunikasi, cara menyampaikan. Dari cerita diatas mengingatkan kita agar selalu berhati-hati dan bijak dalam menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Bisa jadi hal yang sama akan sangat berbeda akibatnya karena komunikasi.

Semangat pagi,

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.